Oleh: Joko Prasetyo | September 27, 2008

Hidup Penuh Kemenangan Ditentukan Oleh Kualitas Hidup

Zakaria 8:1-19

Dunia zaman sekarang sangat membutuhkan orang-orang yang berkualitas, sebab bagi orang yang tidak berkualitas saat ini tidak akan mampu bertahan karena makin hari dunia semakin keras. Banyak anak muda yang tidak berkualitas terjerumus ke narkoba, sek bebas, dan macam-macam tindakan kriminal karena tidak tahan dengan segala tekanan yang ada.

Para suami dan istri-istri yang tidak berkualitas banyak yang jadi sumber masalah ditengah-tengah keluarganya. Setiap saat dapat kita saksikan orang-orang yang tidak berkualitas selain menjadi sumber persoalan juga menjalani hidup dalam tekanan berat. Tapi bagi kita yang mau dengan sepenuh hati menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pasti hidup berkualitas, sebab roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini, dan Alkitab mencatat “kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, maka kamu akan menerima kuasa”.

Hidup Kristen adalah hidup berjalan dalam kuasa inilah yang dimaksud dengan hidup yang berkualitas. Dan setiap orang yang berkualitas pasti akan melakukan sesuatu, itulah sebabnya Alkitab mencatat, “umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan terus bertidak atau berkarya,” guna hormat dan kemuliaan Allah. Hidup berkualitas penting, karena kualitas hidup itu sangat menetukan bagaimana kita menghadapi serta memenangkan sebuah pertarungan, jadi artinya kualitas sangat menetukan keberadaan hidup seseorang. Hidup berkualitas akan menciptakan suasana damai sejahtera, dan dimana ada damai-sejahtera maka disitu pula ada berkat-berkat Tuhan tercurah.

Dalam ayat-ayat pembacaan ini dijelaskan pentingnya kita mempunyai kuasa supaya dapat memiliki hidup yang berkualitas, yaitu:

Ayat 3; Kita memerlukan kuasa untuk setia dan Kudus.

Dalam ayat ini ada dua kata kunci yaitu “setia dan kudus”. Di zaman sekarang jika kita amati masalah kesetiaan dan kekudusan sepertinya tidak lagi hal yang popular, orang lebih memperhatikan hal-hal yang bertalian dengan keuntungan dan kepentingan diri masing-masing. Selama itu menguntungkan maka saya tetap disana, selagi saya punya kepentingan maka saya lakukan hal itu, pikiran-pikiran demikianlah yang banyak terjadi sekarang ini, bicara soal kesetiaan dan kekudusan dianggap hal yang tidak penting lagi. Setia artinya, meskipun saya ada dalam tantangan, meskipun dalam masalah, saya akan tetap disana karena saya tahu Tuhan yang tuntun saya kesana, dan Ia yang membawa saya itu adalah Tuhan yang setia, bahkan Ia telah membuktikan kesetiaan-Nya itu sampai mati di atas salib

Ayat 4-5; Kita memerlukan kuasa untuk membangun sebuah keluarga yang dahsyat.
Kuasa sangat penting supaya sebuah keluarga menjadi dahsyat, dimana suami-istri dan anak-anak hidup berkualitas, dan hubungan antar seluruh anggota keluarga juga harmonis, karena seluruh anggota keluarga dapat melakukan fungsinya masing-masing dengan benar. Keluarga yang dahsyat inilah yang menikmati hidup dalam damai sejahtera, dimana tidak ada perpecahan, tidak ada perceraian, dan tidak ada kebencian, juga tidak saling khianati, tapi yang ada hanyalah kasih, saling memperhatikan, dan saling menghargai, serta saling memberkati.

Memang masalah/persoalan ada, tapi selalu diselesaikan dalam kasih. Dan keluarga yang dahsyat atau berkualitas ini pastilah sebuah keluarga yang dapat bersaksi, jadi berkat, yang disukai Tuhan dan sesama.

Ayat 9; Kita memerlukan kuasa untuk menjadi kuat.

Menjadi kuat artinya melihat tantangan lama-kelamaan menjadi suatu hal yang mengasikkan. Artinya tidak menghadapi tantangan dalam ketakutan dan dengan rasa terpaksa, namun penuh keberanian, kesiapan, dan keyakinan, bahkan percaya di dalam Kristus tantangan itu pasti dapat diatasi, karena yakin bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil, dan percaya Ia pasti berikan kemenangan. Jadi, kekuatan itu membuat tantangan menjadi asyik karena yakin pasti dapat diatasi, inilah yang dinamakan hidup berkualitas.

Ayat 11-13; Kita memerlukan kuasa untuk menjadi berkat.

Sekarang kecenderungan orang-orang bukannya ingin jadi berkat, tapi jadi sandungan bahkan jadi pelontar kata-kata kutukan terhadap sesama. Tetapi seorang yang berkualitas hidupnya dapat jadi berkat buat orang lain, karena itu kita perlu kuasa agar hidup ini berkualitas dan dapat jadi berkat. Karena tidak berkualitas menyebabkan banyak pasangan suami-istri gagal membina rumah tangga bahkan tragisnya tidak jarang sampai berakhir pada perceraian, juga banyak anak muda yang hidup tidak benar. Jadi hidup tidak berkualitas jadi penyebab gagalnya mengatasi setiap tantangan

Kesimpulan

Di zaman ini hidup kita harus berkualitas karena tantangan zaman semakin keras. Jika tidak berkualitas, tidak akan sanggup menghadapi bahkan memenangkan setiap pergumulan/persoalan. Karena itu supaya hidup dapat berkualitas kita harus memiliki kuasa, menyerahkan hidup seluruhnya kepada Yesus, takut akan Tuhan percaya kepadaNya dan melaksanakan kehendakNya agar dapat tetap setia dan mampu menjalani hidup kudus yang adalah dasar untuk membangun sebuah keluarga dahsyat, sehingga berkat-berkat tercurah, pribadi yang kuat dan dapat menghadapi setiap tantangan serta mampu meraih kemenangan besar. SOLI DEO GLORIA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: