Oleh: Joko Prasetyo | April 8, 2008

Ketika Joshua Ditemui Tuhan Yesus

Pada suatu pagi yang cerah ketika Joshua bangun tidur ia memandang ke luar lewat jendela kamarnya “Ah, ciptaan Tuhan memang begitu indah!” katanya dalam hati sambil menyaksikan semua itu, ia memuji-muji Tuhan atas karyaNya yang begitu indah.Saat ia duduk di tempat tidur, tiba-tiba Tuhan Yesus datang dan bertanya, “Apakah engkau mencintai Aku?” ia menjawab, “Tentu saja, Engkau adalah Tuhan dan Juru Selamatku!”
Kemudian Ia bertanya, “Sekiranya tubuhmu cacat, apakah engkau akan tetap mencintai Aku?”
Joshua tertegun, dan melihat kedua kaki dan tangannya. Ah, alangkah sulitnya hidup ini, dengan tubuh yang cacat! dan Joshua menjawab, “Tuhanku, jika aku cacat, akan sangat susah bagiku, tetapi aku akan tetap mencintai Engkau”. Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan bertanya , “Sekiranya matamu tak dapat melihat, apakah engkau tetap bersyukur atas segala ciptaanKu?” Secara tiba-tiba Joshua terbayang orang-orang tuna netra di seluruh dunia dan bagaimana mereka tetap memuji dan bersyukur atas segala ciptaan Tuhan. Lalu ia menjawab, “Alangkah sulitnya jika aku tidak dapat melihat, Tuhanku, tetapi aku tetap akan bersyukur atas segala ciptaanMu.”
Kemudian Tuhan Yesus bertanya lagi, “Sekiranya engkau tidak dapat mendengar, apakah engkau tetap akan setia kepada setiap FirmanKu?” Lalu Joshua berpikir, bagaimana mungkin aku mendengarkan Firman Allah jika aku tuli? Tetapi kemudian ia tersentak, dan menyadari bahwa ia perlu mendengar Firman Allah dengan hati, bukan dengan telinga saja. Maka Joshua menjawab, “Alangkah sulitnya Tuhan, jika aku tuli, tetapi aku akan tetap mendengar segala FirmanMu.”
Kemudian Tuhan Yesus bertanya lagi, “Sekiranya engkau tidak dapat berkata-kata dalam hidupmu, apakah engkau tetap akan memuji NamaKu?” Bagaimana mungkin aku menyampaikan puji-pujian tanpa suara? Tetapi Joshua sadar bahwa Tuhan ingin puji-pujian itu berasal dari hatinya yang paling dalam dan dari ketulusan jiwanya. Maka iapun segera menjawab, “Alangkah sulitnya, Tuhan, jika aku tidak dapat berkata-kata, tetapi aku akan tetap bernyanyi di dalam hatiku, memuji dan bersyukur kepadaMu.”
Kemudian Tuhan Yesus bertanya lagi, “Apakah engkau mencintai Aku?” Dengan penuh keyakinan, Joshua menjawab, “Ya, Tuhanku,aku mencintai Engkau karena Engkaulah Allah yang Maha Kuasa!”
Joshua pikir, ia telah menjawab pertanyaan Tuhan dengan baik…. Kemudian Tuhan Yesus bertanya, “Lalu, mengapa engkau tetap berbuat dosa? Mengapa engkau menjauh dariKu dan melupakanKu disaat-saat engkau bersukacita ? Dan engkau mencari-cari Aku dalam seruan doa-doamu disaat Engkau kesusahan?” Joshua tidak menjawab. Hanya air mata yang mengalir.
Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan, “Mengapa engkau hanya bernyanyi memujiKu disaat kebaktian? Mengapa engkau mencari-cari Aku hanya saat beribadah? Mengapa engkau meminta-minta terus hanya untuk kepuasan dirimu sendiri? Mengapa engkau meminta-minta kepadaKu tanpa kesetiaan?” Airmata Josh semakin mengalir. “Mengapa engkau penuh kepalsuan menyampaikan FirmanKu, hanya untuk mencari hormat dan pujian.
Mengapa engkau mencari-cari alasan saat Aku memberikanmu kesempatan kepadamu untuk memuliakan namaKu dengan menjadi pengurus gereja/persekutuan, panitya dsb. Engkau tidak pernah ambil bagian didalamnya ?engkau hanya mau yang kelihatan menonjol saja agar engkau dapat pujian, bahkan ketika hamba-Ku berkotbah engkau selalu mengkritik bahkan selalu mencari kesalahannya seolah-olah kamu lebih hebat” Josh mencoba untuk menjawab. Tapi tidak ada kata-kata yang bisa dikeluarkan. “Engkau telah Kuberkati dengan Hidup. Aku menciptakanmu bukan untuk menyia-nyiakan pemberianKu itu. Aku telah memberkatimu dengan berbagai talenta untuk melayaniKu dengan kasih, tetapi engkau terus berpaling daripadaKu dengan berbagai macam alasan dan kesombonganmu.
Aku telah menyingkapkan FirmanKu kepadamu, tetapi engkau tidak bertambah dalam pengertianmu. Aku telah berbicara kepadamu, tetapi telinga hatimu tertutup rapat. Aku telah menunjukkan berkat-berkatKu kepadamu, tetapi matamu tidak mau melihat. Tetapi Aku telah mendengarkan doa-doamu, anakKu, dan Aku telah menjawabnya.” “Apakah engkau mencintai Aku?” Tanya Tuhan Yesus sekali lagi. Josh tidak bisa menjawab, ia teramat sedih dan malu. Joshua tidak memiliki alasan lagi. Setelah ia meratap dalam tangis, Joshua berkata, “Ampuni aku, Tuhan, aku tidak layak menjadi anakMu.”
Tetapi Tuhan Yesus menjawab, “AnakKu… anakKu yang Kukasihi, Aku sangat mencintaimu!”
Josh menjawab, “Mengapa Engkau selalu mau mengampuni aku? Mengapa Engkau mengasihi aku seperti itu?” Tuhan Yesus menjawab, “Karena engkau adalah ciptaanKu. Engkau adalah anakKu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Disaat engkau menangis, Aku tahu kesedihanmu dan Akupun menangis disisimu. Disaat engkau bersuka cita, Akupun tertawa bersamamu. Disaat engkau putus asa, Aku datang memberikan semangat bagimu. Disaat engkau terjatuh, Aku mengulurkan tanganKu untuk mengangkatmu. Disaat engkau lelah, Aku mengangkatmu didalam dekapan pelukanKu. Aku akan selalu bersertamu dan mencintaimu sampai akhir zaman.”
Josh belum pernah menangis seperti saat itu. Bagaimana mungkin ia bisa begitu dingin terhadap Allahnya. Bagaimana mungkin Josh menyakiti hati Tuhan, setelah begitu banyak yang telah dilakukanNya ? Lalu Josh bertanya kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, seberapa besarkah kasihMu bagiku?” Kemudian Tuhan Yesus membuka telapak tanganNya lebar-lebar. Dan Josh mengamati telapak tangan Tuhan Yesus yang berlubang karena bekas paku di kayu salib, dan ia teringat akan segala kesengsaraanNya. Kesengsaraan sampai mati, karena kasih. Josh tersungkur di kaki Kristus, Sang Juru Selamat. Bersujud dan menangis


Responses

  1. Tuhan tdk pernah menjadikan gereja2 diseluruh dunia ini menjadi musuh.

  2. lalu mengapa sekarang ini beda gereja seperti beda agama, beda agama ada toleransinya beda gereja malah tidak ada toleransinya pendeta gkj dan gki sinis jika melihat gbi dll bahkan cara baptis juga beda-beda ada pemahaman baptis dipercik air tidak sah, yang sah adalah dengan cara diselam kotbah saling menjelek-jelekan masing-masing berpendirian gerejanya saja yang paling kudus dan diberkati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: