Oleh: Joko Prasetyo | April 8, 2008

Benarkah Gereja Telah Menjadi Musuh ALLAH

Pada tahun 2005 pernah dicanangkan oleh para pemimpin umat bahwa negeri ini akan terjadi transformasi besar-besaran kini sudah hampir 3 tahun telah kita lewati , tanda-tanda transformasi yg dicanangkan pada tahun tsb belum juga kunjung tiba, malah kondisi di negeri ini semakin carut marut! Kita semua patut merenungkan kembali, terlebih para pemimpin umat Tuhan, kenapa transformasi belum terjadi di negeri ini? Apa salah kita sehingga Tuhan belum melawat negeri ini? Semua usaha telah dilakukan melalui berbagai macam conference, pertemuan2 akbar di berbagai kota2 besar di seluruh Indonesia, entah sudah menghabiskan dana berapa M ? Hasilnya belum terasa. Terjalinnya kesatuan gereja2 hanya sebatas dipertemuan dan conference secara ceremonial saja! Supaya dilihat umat bersatu? Tetapi kenyataannya masyarakat gereja dan pemimpin umat yang membuat kerajaan surga terpecah2, seolah-olah beda gereja seperti beda agama, beda agama ada toleransinya, sedangkan beda gereja malah tidak ada toleransinya. Masing-masing berdiri di atas prinsip-prinsip denominasi dan bukan di atas kebenaran firman Tuhan, prinsip-prinsip denominasi yang memecah belah gereja, mereka yang sering merasa gerejanya yang paling benar dan diberkati di dalam Tuhan, Baptisan di gerejakulah yang paling benar dsb. justru prinsip inilah yang membuat tembok pemisah antara satu gereja dan gereja lainnya, gereja terpecah-pecah. Dan pemimpin umat harus bertanggung jawab kepada Tuhan, karena Tuhan menghendaki gereja bersatu, sebagaimana doa Tuhan Yesus ketika Dia masih melayani di dunia, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa , di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 17 : 21)

Apakah Gereja telah menjadi musuh Allah?

Bagaimana transformasi bisa terjadi? Saat ini gereja hanya sedang concern di perobahan secara physik yang dapat dilihat oleh kasad mata, agar dipandang dunia dan sibuk dengan hal-2 seperti orang duniawi, pertemuan diadakan di hotel – hotel mewah dan bermalam di hotel2 berbintang, bukankah itu sama seperti orang duniawi? Gereja sendiri yang melakukannya dan mencontoh orang2 dunia, gereja tidak sadar telah menjadi musuh Allah! Karena firman Tuhan yang mengatakan, “Hai kamu orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barang siapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4). Gereja harus mengfokuskan dahulu membangun spiritual umat Tuhan, menjadikan umat yang dewasa rohaninya, dan harus dimulai para pemimpin umat untuk benar2 hidup dalam kebenaran firman Tuhan, bukan untuk mempertahankan prinsip gerejanya yang paling benar, karena si Iblis akan menaruhkan prinsip2 yang berbeda2 agar dapat memecah belah gereja.

Gereja harus menjadi pelaku Firman

Pemimpin umat yang sering mengatakan, “Kita harus menjadi pelaku Firman”, tetapi masih sering terdengar bahwa bukannya menjadi pelaku Firman melainkan menjadi pendebat Firman, seperti ahli2 Taurat dan orang2 Farisi yang berdebat tentang firman, mempertahankan prinsip kebenaran dan berdiri di atas prinsip denominasi gerejanya, dan memandang orang lain itu sesat, bahkan dengan munculnya berbagai persekutuan dianggap sebagai saingan. Mari kita tinggalkan perbedaan2 kita dan menjadi pelaku2 firman, dan menyebarkan Kasih Tuhan kepada saudara2 kita yang kesulitan mencari pekerjaan, yang terabaikan di desa, lereng2 gunung, yang membutuhkan pertolongan dan menjadi mitra kerja Tuhan, justru pemimpin2 umat Tuhan harus turun, jangan hanya berkhotbah saja atau mengadakan seminar2 dan conference2 di hotel-hotel mewah, cobalah turun ke pelosok-plosok desa dan bukankah lebih baik membangun kesejahteraan umat, supaya semuanya bisa menjadi saksi untuk Tuhan? “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6: 2)

Transformasi akan terjadi diawali dari para pemimpin umat dahulu dan baru umat Tuhan dan masyarakat dan negara, dan ini bisa terjadi kalau gereja sudah menjadi pelaku Firman, bukan saling berdebat Firman dengan berkedok kebenaran Firman.

Segala puji dan hormat hanya untuk kemuliaan nama TUHAN YESUS ***


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: